01 Agustus 2008
Kisah Pahlawan Paling Heroik Sepanjang Sejarah
Ditulis oleh Lexus dan telah dikomentari sebanyak 23 buah
Saya tertegun ketika melihat-lihat deretan
kategori topik yang ditawarkan dalam Flexter
Blogging 2008. Dari kelima kategori yang dilombakan, kategori Kisah Cerita Pahlawan merupakan kategori yang paling sedikit
pesertanya. Pikiran saya langsung bertanya: ”Mengapa bisa begitu? Apakah
sudah sedemikian tidak pedulinya bangsa ini pada para pahlawan? Apakah memang kisah
kepahlawanan sudah tidak menarik lagi bagi generasi muda Indonesia zaman sekarang?”
Sungguh ironis! Di saat sekarang kita semua bisa bergembira menikmati akses
internet murah, menghirup udara segar dan kemerdakaan di negeri ini, tak banyak yang peduli lagi akan kisah kepahlawanan. Apakah karena Indonesia sudah merdeka sejak 63 tahun yang lalu, maka kisah kepahlawan sudah menjadi "cerita lama" yang tidak menarik lagi?
Namun pertanyaannya, apakah memang sekarang ini negara kita sudah benar-benar "merdeka"? Tak banyak penduduk Indonesia yang "sadar" bahwa nilai produk dan jasa yang dihasilkan di negara ini, atau bahasa kerennya Product Domestic Bruto (PDB), terus mengalami kemerosotan jika dibandingkan "mantan"penjajah kita, Belanda.|
Tahun |
PDB Indonesia terhadap Belanda |
|
1820 (era P. Diponegoro) |
39% PDB Belanda |
|
1950 (era Order Lama) |
15% PDB Belanda |
|
1992 (era Orde Baru) |
16% PDB Belanda |
|
2005 (era Orde Reformasi) |
8% PDB Belanda |
Setelah melihat tabel di atas, kita sebagai generasi muda seharusnya "bangun" dari tidur panjang yang memabukkan. Di tengah hiruk pikuk era globalisasi di seluruh penjuru dunia, bangsa Indonesia justru malah sangat sibuk saling menyalahkan dan mengalahkan bangsa sendiri. Jangankan berhenti sejenak untuk memikirkan kemajuan negara ini, menertawakan dan menjelek-jelekkan bangsa sendiri juga sudah menjadi hobi baru kita yang paling menyenangkan bukan?
Namun, Habibie adalah orang yang idealis, ia tidak mau melakukan promosi dengan cara yang tidak etis seperti spamming. Ia hanya melakukan promosi link affiliatenya melalui iklan baris berbayar yang cukup mahal, Google Adwrods. Oleh karena sikapnya ini pula, ia harus merugi selama 9 bulan pertama bisnis internetnya. Namun ia tidak pernah mau menyerah begitu saja, ia terus memperbaiki isi dari iklannya tersebut serta mempelajari kembali produk-produk terlaris yang seharusnya ia jualkan. Yang saya kagum, Habibie begitu rendah hati dan tak pelit membagikan ilmunya kepada para peserta seminar secara gratis. Waktu itu lebih dari 4.000 orang memadati JITEC, Mangga Dua Square untuk melihatnya berbicara. Seusai seminar pun ia masih dikerubuti oleh berbagai penggemarnya.
Habibie telah mengubah pandangan hidup saya tentang nilai-nilai kehidupan. Ia adalah pahlawan dalam hidup saya. Saya merasa malu apabila menyadari kondisi tubuh saya yang lengkap tanpa cacat fisik namun saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengkritik pemerintahan ketimbang mengembangkan negara ini.
Habibie telah menginspirasi saya tentang sebuah nilai-nilai kepahlawanan. Saya menyadari bahwa untuk menjadi seorang pahlawan
sebenarnya modal utamanya sama, modal yang kita semua miliki, yaitu: sikap atau karakter. Pahlawan berani menentukan sikap untuk
memperjuangkan kebenaran dan kemerdekaan. Seandainya sang pahlawan tidak berani
bersikap rela berkorban, bisa jadi tidak akan ada tindakan kepahlawanan yang
bisa dia lakukan. Seandainya para pahlawan tidak punya sikap yang tegas dan
jelas, bisa jadi kisah-kisah kepahlawanan yang heroik tidak akan pernah tercetak
dalam buku-buku sejarah… Seandainya pula para pahlawan tidak punya sikap
konsisten dan konsekuen dalam bertindak serta mudah terpengaruh oleh orang
lain, bisa jadi apa yang diperjuangkan tidak akan kunjung tiba...
Seseorang bisa dianggap pahlawan bukan semata-mata karena dia punya tubuh
sehat, kekar, dan tegap. Seseorang disebut sebagai pahlawan bukan karena punya
bakat berkelahi, menembak, bermain pedang, berorasi, menulis, menyanyi, serta
baca puisi saja. Seseorang mendapat sebutan sebagai pahlawan bukan pula hanya
karena kemana-mana mereka mengusung bambu runcing, pistol, maupun senapan.
Namun, seseorang menjadi pahlawan karena sikap dan nilai-nilai yang dianutnya!
Nilai-nilai luhur yang sebenarnya didengungkan oleh suara hati nurani setiap
mahkluk berakal budi...
Semua orang menantikan kehadiran seorang pahlawan dalam hidupnya. Kehadiran seorang pahlawan yang bisa memberikan kita semua semangat untuk tetap bertahan 1 hari lagi dalam menghadapi pertarungan hidup yang teramat berat. Namun semakin lama saya membaca tulisan ini berulang-ulang, semakin saya menyadari bahwa pahlawan itu sebenarnya bersemayam dalam diri kita sendiri, dalam sanubari kita semua, suara hati yang menjaga kita untuk tetap bersikap jujur, yang senantiasa terus memberikan kita kekuatan dan keberanian untuk melakukan hal-hal yang kita anggap mustahil, yang membuat kita melakukan perbuatan yang mulia serta yang membiarkan kita meninggal dengan senyum bangga...
Walaupun terkadang untuk menjadi seorang pahlawan kita harus berani tetap bertahan dari rasa sakit dan merelakan semua hal yang kita cintai, bahkan harapan dan nyawa kita sendiri!
"Pahlawan adalah
orang yang sedikit mengeluh namun banyak bertindak...
Pahlawan adalah orang yang tidak menyalahkan orang lain atau pemerintahnya atas
keterpurukan negaranya...
Pahlawan adalah
orang yang berani bertindak dan berinisiatif...
Pahlawan adalah orang yang melihat solusi di setiap masalah...
Pahlawan tidak mau menjadi korban sejarah, ia memilih untuk menjadi pelaku
sejarah dan menciptakan sejarah baru..."
"Pahlawan segera
mengambil peluang bahkan menciptakan peluang baru karena ia sadar kesempatan
tidak akan pernah datang 2 kali!
Pahlawan adalah orang yang terus belajar dan mawas diri...
Pahlawan ingin
membuat sejarah baru bagi negaranya,
bukan menjadi bagian dari sejarah lama..."
Akhirnya, saya mau mengakhiri
tulisan ini dengan quote dari film Batman-The Dark
Knight, salah satu film
yang menginspirasi saya tentang nilai kepahlawanan, bahwa pilihan hidup itu
hanya ada 2: ”Memilih hidup menjadi pahlawan
atau perlahan-lahan menjadi penjahat!”. Pilihan hidup kita memang sangat
kontras, tidak ada area abu-abu dalam memenuhi panggilan hidup kita, kita bisa saja
sampai mati terus-menerus menyangkal hati nurani kita sendiri, namun kita juga bisa
memutuskan untuk mulai berubah dan memenuhi suara panggilan tersebut, to be or not to be that`s the question...
Selamat bertransformasi dan memuai...
Mungkin saja kisah pahlawan paling heroik sepanjang sejarah itu adalah kisah hidup kita sendiri dalam bab kehidupan yang belum selesai kita tulis...

Subcribe RSS of this blog
06 Agustus 2008
#1 tim69 berkomentar :
kata kata yang dualem. jadi bingung milihnya
06 Agustus 2008
#2 hars berkomentar :
07 Agustus 2008
#3 Thiyoks berkomentar :
08 Agustus 2008
#4 bayuuw berkomentar :
broo mau nanya??
caranya melihat ID blog kita yak apa??
08 Agustus 2008
#5 che_chek berkomentar :
cita-cita gw buat nyaingin Raditya Dika kandas deh.....
08 Agustus 2008
#6 oneandtwo berkomentar :
met beraktivitas az
08 Agustus 2008
#7 steeven berkomentar :
Selain jiwa nasionalismenya tinggi, Bung Karno juga proklamator negara qt, Hehe ^^
08 Agustus 2008
#8 chycile berkomentar :
pahlawan menrt aq serorg yg berjasa kepada negri & bangsa & tidak menuntut pembayaran krn dia tulus & ikhlas
08 Agustus 2008
#9 aang_perdana berkomentar :
yah bisa jasa apa saja
jasa mengajar = guru
jasa memijat= tukang pijat
dia semua pahlawan bagi yang membutuhkan
asal dia memberikan sesuatu yang dibutuhkan orang lain
aang menganggapnya sebagai pahlawan
08 Agustus 2008
#10 r-w1n berkomentar :
trus kalau masalah pahlawan yang paling heroik menurut gw adalah Jend. Sudirman....dia adalah seorang pemimpin yang sangat berani dan penuh tanggung jawab.
thx ya...
11 Agustus 2008
#11 Bambang Eko berkomentar :
Merdekaa!!!
Say No to Drugs
11 Agustus 2008
#12 Maragaretta Sagala berkomentar :
Pahlawan itu menurutku orang yang mau berbagi hidupnya orang lain. Orang yang bekerja bukan cuma untuk pemenuhan materi atau ambisi. Tapi lebih karena dia percaya itulah caranya melayani orang lain. Pahalwan itu orang yang tahu visinya. Meskipun kelak dia mendapat halangan atau cemoohan dia tetap berjuang.
Pahlawan sepanjang masa. Yah buatku sih jelas. Tuhan Yesus Kristus. Tapi kalau dirasa dia terlalu 'surgawi' sampai susah ditiru. Aku punya satu pahlawan lagi yaitu Bunda Teresa. Karena dia memberi hidupnya untuk orang lain.
Dalam hidupku aku bertemu beberapa pahlawan: beberapa pastur di Jogjakarta, dosenku yang aktif berjuang untuk perdamaian di Aceh, seorang pemimpin LSM internasional di Jepang. Sebenarnya mereka semua masuk kategori pahlawan buatku. Sekali lagi, karena mereka memberikan hidup mereka buat orang lain. Dan kalau aku boleh berkomentar. Mereka tampak lebih bahagia dan puas dengan hidupnya.
Salah satu pastur yang ku kagumi berkata. "Ketika kita punya maslah, bantulah orang lain menyelesaikan masalah mereka. Kita pun akan merasa masalah kita lebih ringan."
Nggak ada yang bisa menggantikan kebahagiaan menjalani hidup yang berbuah untuk orang lain. GBU.
11 Agustus 2008
#13 cahyo berkomentar :
15 Agustus 2008
#14 hermanjul berkomentar :
19 Agustus 2008
#15 Hadi berkomentar :
Karena kebenaran itu relatif, maka pahlawan pun relatif. Pahlawan bagi 1 pihak dapat merupakan penjahat bagi pihak lainnya. Pahlawan cuma satu sebutan untuk pihak yang berhasil meyakinkan lebih banyak orang kalau pihaknyalah yang berada di sisi kebenaran.
All men are possible heroes [and possible bad guys too].
19 Agustus 2008
#16 Wilson berkomentar :
Iya betul, sebenarnya "kebenaran" itu relatif...
"Kebenaran" yang kita anut sekrang ini sebenarnya adalah hasil kegigihan perjuangan para "pahlawan" di masa lalu yang memperjuangkan paham/keyakinan subjektif yang ia percayai...
So, apa itu kebenaran?
Film "A Few Good Men" merupakan jawaban yang bagus untuk menjawab pertanyaan itu...
19 Agustus 2008
#17 Wilson berkomentar :
HOREE!! Blogku berada pada #1 dari 10 besar kategori 4 Flexter Blogging...
Ayo-ayo yang mau kasih comment silakan jangan malu-malu...
Aku terima dengan hati terbuka...
Dirgahayu RI ke-63...
MERDEKA!!!
19 Agustus 2008
#18 aer_sweet berkomentar :
didukung dengan berbagai data niy...
tapi, buat aq...
pahlawan ituw adalah seorang yang rela berkorban tanpa pamrih dan tanpa mengharapkan imbalan apa2...
sampai sekarang, pahlawain idola aq adalah bokap aq :-D
cmoga dgn menjadi nominator nie bs jadi motivasi bwat qta dalam rangka turut serta memajukan bangsa oce...
teteup SEMANGAT...!!!
^o^
20 Agustus 2008
#19 putri berkomentar :
Seandainya, semua masyarakat Indonesia ingin menjadi pahlawan,saya yakin, Indonesia akan bangga memiliki rakyat seperti kita.
20 Agustus 2008
#20 Nissa berkomentar :
21 Agustus 2008
#21 Marlin berkomentar :
23 Agustus 2008
#22 adeajah berkomentar :
30 Agustus 2008
#23 marlin berkomentar :